5.30.2008
Harap Maklum
5.28.2008
Duel Dengan Perampok, Anggota DPRD Cilacap Luka Parah
PURWOKERTO - Anggota DPRD Cilacap, Jawa Tengah, terluka parah akibat dihajar perampok. Peristiwa ini terjadi di rumahnya dan kini harus dirawat intensif di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Margono Soekaryo Purwokerto (RSMS).
Subagyo, anggota DPRD Cilacap, dari Komisi D, kini tergolek tidak sadarkan diri di UGD Rumah Sakit Margono Soekaryo Purwokerto. Bagian muka dan tangannya mengalami lebam akibat pukulan setelah beradu fisik dengan perampok.
Peristiwa perampokan ini terjadi dini hari pukul 01.30 WIB, Rabu (28/05) dirumahnya, di Desa Kepudang, Kecamatan Binangun, Cilacap, Jawa Tengah. Perampok bercadar yang berjumlah 4 orang, masuk secara paksa dengan mencongkel pintu depan. Korban yang saat itu sedang tertidur langsung dihajar perampok.
Perampok juga membawa senjata api, jenis pistol, bahkan sempat mengancam akan menembak jika korban melawan dan tidak menyerahkan barang-barang berharganya. Korban yang sempat melawan perampok, terluka parah di bagian kepala dan tangan akibat terkena senjata tajam. Perampok bahkan sempat menembakkan senjata api sebanyak 2 kali, namun meleset.
”Kawanan Perampok membawa 1 unit mobil Kijang Inonva, 6 buah Hand Phone, serta tas milik istrinya. Korban yang sempat melawan terluka, meski kawanan perampok membawa pistol dan sempat menembakannya, namun korban tidak terkena tembakan,” kata rekan korban Mashur Masruri.
Ditemui dirumahnya, putri sulung korban Erlita menjelaskan dengan gamblang kejadian yang menimpa ayahnya. “saya yang tidur di kamar atas bangun ketika ada orang asing masuk kamar saya. Mereka memakai cadar. Begitu saya turun, saya melihat ayah tergeletak di ruang tengah. Saya juga melihat ayah banyak mengeluarkan darah,” jelasnya.
Kepolisian dari Polres Cilacap hingga kini masih memburu para perampok, termasuk menyelidiki motif para pelaku. Diduga, perampok telah mengetahui situasi rumah korban. Akibat kejadian ini, korban menderita ratusan juta rupiah. (DT-28/05)
Dokar dan Becak Ikut Menaikan Harga
PURBALINGGA - Kenaikan tariff akibat harga bbm naik, ternyata tidak hanya terjadi pada kendaraan angkutan
Meski kendaraan mereka tidak menggunakan mesin dengan bahan bakar minyak, namun para becak yang mangkal di depan Pasar Kota Purbalingga, ikut terkena dampak dari kenaikan harga BBM, yaitu melambungna harga kebutuhan pokok, yang membuat beban hidup mereka semakin berat. “Untuk biaya makan selama menarik becak sehari membutuhkan biaya Rp. 10000,- rupiah. Kemarin sebelum BBM naik, untuk biaya makan paling mahal Rp. 7000,- rupiah. Saya terpaksa menaikkan tariff antara Rp. 500,- hingga Rp. 1000,- rupiah tergantung jarak yang ditempuh. Saya orang miskin semakin nga mampu pak,” kata Azhari, salah seorang penarik becak, kepada Klinong, Selasa (27/05).
Sementara itu, bagi para penumpang sendiri kenaikan tariff becak ini dirasakan sangat memberatkan, meski mereka menyadari jika dampak kenaikan harga BBM, sangat dirasakan oleh para penarik becak, apalagi sebagian besar mereka adalah masyarakat dengan ekonomi lemah. “Ya mau gimana lagi, semua ikut naik gara-gara BBM naik, meski cukup memberatkan, tapi saya ikhlas. Terkadang saya memberikan lebih jika yang narik sikapnya baik,” ujar Budi, penumpang becak dari Pasar Purbalingga menuju Alun-alun
Hal serupa juga terjadi bagi kusir dokar, yang tak mau kalah ikut-ikutan menaikkan harga. Kendati mesin penggeraknya adalah kuda, namun para kusir dokar ini juga mengaku dampak kenaikan harga BBM telah menambah beban hidup mereka bertambah berat. “Harga rumput untuk pakan kuda naik, dari Rp. 4000,- menjadi Rp. 6000,- rupiah. Belum lagi harga pakan lainnya,” ungkap Kusnadi, kusir dokar. (IA-27/05)
5.27.2008
Ekonomi Warga Miskin Makin Sulit, Pasien Sakit Jiwa Di Banyumas Melonjak
BANYUMAS - Himpitan ekonomi warga miskin yang semakin sulit seiring dengan melonjaknya harga sembako, membuat warga miskin gampang sakit jiwa. Di banyumas, jawa tengah, jumlah pasien sakit jiwa melonjak, khususnya dari keluarga miskin.
Di Ruang Sakura, RSUD Banyumas, Jawa Tengah, yang merupakan ruang khusus pasien sakit jiwa, sebanyak 114 orang, kini dirawat akibat mengalami gangguan kejiwaan. Awal tahun 2008 lalu, jumlah pasien yang dirawat sebanyak 90 orang.
Peningkatan jumlah pasien ini berada di kelas tiga atau pasien dengan kondisi ekonomi lemah. Peningkatan ini terjadi 2 bulan terakhir sejak beragam harga kebutuhan pokok melonjak drasitis.
Terdapat 8 ruang rawat yang sebenarnya hanya untuk kapasitas 60 orang, namun akibat banyaknya jumlah pasien, membuat rumah sakit menempatkan pasien tanpa tempat tidur. “Semakin mahalnya harga kebutuhan pokok semakin membuat warga miskin kesulitan ekonomi. Himpitan ekonomi inilah yang menyebabkan warga miskin yang rapuh jiwanya mudah mengalami depresi dan mengalami gangguan kejiwaan,” kata dokter Tulus Setiono, Kepala Perawat kejiwaan RSUD Banyumas.
Dokter Tulus menambahkan, sebagian pasien baru berada di kelas 3. Ruang tersebut merupakan pasien dengan golongan ekonomi lemah.
Banyaknya jumlah pasien yang dirawat tidak hanya berasal dari banyumas, namun ada juga yang berasal dari daerah Cilacap, Kebumen, Purbalingga, Dan Tasikmalaya, Jawa Barat.
Pihak rumah sakit, saat ini sedang memperluas ruang perawatan untuk pasien gangguan jiwa. Idealnya RSUD Banyumas memiliki 129 kamar dan tempat tidur untuk merawat pasien gangguan jiwa . (DT-27/05)
Harga BBM Naik, Tarif Angkutan Umum Ikut Naik
Ketua Dewan Pengurus Cabang Organisasi Angkutan Darat Kabupaten (Organda) Banyumas, Jawa Tengah, Sutanto, mengatakan, kenaikan tariff angkutan dilakukan untuk menyesuaikan dengan kenaikan harga BBM. "Sebelum ada tariff resmi dari pemerintah, kami menetapkan besaran kenaikan sebesar 24 persen," terangnya.
Kenaikan tariff ini berlaku untuk semua jenis kendaraan umum. Untuk angkutan
Namun demikian, Suparno mengaku tidak mempunyai pilihan lain. Baginya menaikkan tariff atau tidak menaikkan tariff sama beratnya untuk menunjang kehidupannya. "Hari ini baru dapat Rp 50 ribu, belum nutup setoran," keluhnya.
Keluhan yang sama juga terjadi pada pemilik kendaraan bus Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP), karena sejak ditetapkannya kenaikan harga pada Sabtu (24/5) ada kecenderungan jumlah penumpang terus menurun. "Berkaca pada kenaikan BBM yang lalu, imbasnya langsung terasa pada jumlah penumpang yang terus menurun," ujar Sugiyanto.
Sugianto menambahkan, selain penurunan jumlah penumpang, kenaikan harga suku cadang juga turut memukul pendapatan perusahaannya. Sebelum kenaikan BBM, pendapatan kotor untuk satu bus sebesar Rp100 ribu. "Setelah naik, paling banter hanya setengahnya, itupun sulit," pungkasnya.
Saat ini jumlah kendaraan angkutan umum di Kabupaten Banyumas tercatat untuk kendaraan angkutan kota berjumlah 400 buah, angkutan pedesaan 750 buah, bus berukuran kecil 200 buah, bis ukuran sedang berjumlah 300 buah, dan bus AKAP tercatat ada 80 buah.
Dihubungi terpisah, Ratimin, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas mengatakan pihaknya sudah mengetahui kenaikan tariff angkutan umum di daerahnya. "Tarif tersebut sifatnya memang sementara, sambil menunggu penetapan tariff baru yang dibuat oleh pemerintah pusat," jelasnya. (AA-26/05)
Air Bersih Disedot Aqua, Warga Wonosobo Mengadu Ke DPRD
WONOSOBO - Mata Air Mangli yang selama ini digunakan warga untuk kebutuhan air bersih menurun kualitasnya. Selain menjadi keruh, debit air juga mengalami penurunan, padahal dari mata air tersebut PDAM mengalirkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Mauludin Fanani menambahkan, pengeboran sumber mata air baru yang dilakukan di sekitar mata air Mangli, Wonosobo tidak semata-mata untuk kepentingan perusahaan namun juga sebagai bentuk Corporate Social Responsibility (pertanggujawaban sosial perusahaan) kepada masyarakat Wonosobo, karena kita hanya menggunakan 11 liter perdetik dari kapasita 60 liter perdetik, sisanya untuk kepentingan warga.
Penambahan sumur baru ini juga dimaksudkan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kualitas air sehubungan dengan bertambahknya aktifitas manusia di cathment area (daerah resapan air). "Kedalaman 60 meter, itu kedalaman standar yang kami butuhkan. Dengan kedalaman ini, kualitas air tidak terpengaruh oleh aktititas manusia diatanya," ungkapnya. (NL-26/05)
5.25.2008
Pasien ODHA Tewas Dikamar Kost, Keluarga Histeris
PURWOKERTO - Seorang warga di Purwokerto,Jawa Tengah ditemukan telah tewas di sebuah kamar kost. Korban tewas, diduga karena penyakit yang dideritanya. Hal ini didapat setelah dokter puskesmas memeriksa tubuh korban.
Penemuan mayat di kamar kost milik Karsono di Keluarahan Kedungwuluh,Purwokerto Barat, Banyumas, membuat geger warga sekitar, pasalnya,korban diketahui bukan warga sekitar.selain itu,penghuni kost sendiri juga sedang tak ada di tempat.
Aparat kepolisian dari Polres Banyumas dan tim dokter yang tiba di lokasi langsung melakukan pemeriksaan terhadap korban.Dari hasil pemeriksaan korban diketahui bernama Bagus Samanto (25), warga Karangkobar, Purwokerto. Kondisi korban sendiri sudah dalam keadaan terbujur kaku.Saat pemeriksaan polisi tidak menemukan luka-luka penganiayaan, namun dari tangan korban terdapat luka bekas suntikan. Selain itu, polisi juga menemukan jarum suntik serta obat-obatan.
“Saya melihat dia kemarin malam, Sabtu (24/05)bersama 2 orang lainnya. Kamar yang disinggahi digunakan oleh Vera.” Kata Desi, salah seorang warga.
Kematian korban, kontan membuat histeris Sarimah, istri korban. Pasalnya, sejak kemarin tak pulang ke rumah, namun saat ditemukan ternyata suaminya telah tewas di kamar kost.
“Korban merupakan pasien klinik Voluntary Counselling and Testing (VCT) di Rumah Sakit Margono Sukaryo Purwokerto. Obat-obatan yang dibawa juga berasal dari sana.” Kata dokter Rosdiana, usai memeriksa jasad korban kepada Klinong, Minggu (25/05). Namun dokter Rosdiana tidak bisa memastikan apakah korban menderita ODHA karena penggunaan narkoba atau sebab lain.
Setelah tim dokter dan aparat melakukan pemeriksaan, korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga. Ambulan kemudian membawa korban pulang untuk dimakamkan. (IA-25/05)
5.24.2008
Warga Borong BBM, SPBU Kehabisan Stok
PURWOKERTO - Pengumuman kenaikan harga BBM yang dilakukan pemerintah dini hari tadi, Kamis (24/05) Pukul 00.00 WIB, membuat beberapa SPBU di Banyumas, Jawa Tengah kehabisan stok bensin. Kondisi ini terjadi, setelah warga menyerbu SPBU sebelum kenaikan harga BBM diberlakukan tadi malam. Beberapa warga yang mendatangi SPBU, harus kecewa karena hingga pagi hari stok masih kosong.
Aksi borong warga sebelum terjadinya kenaikan harga bbm tadi malam,membuat stok bensin di beberapa SPBU di Banyumas habis. Seperti di SPBU Ovis di Jalan Isdiman Purwokerto, pengumuman bensin habis terpampang di depan pintu masuk. Kondisi ini, membuat para petugas jaga terlihat santai.
Sementara itu, petugas lainnnya terpaksa harus memberi tahukan kepada parapengendara yang hendak mengisi bensin. Para warga yang sebagian besar pengguna sepeda motor ini, terpaksa harus kecewa.mereka akhirnya harus memutar balik. Beberapa pengendara bahkan terpaksa nekat membeli pertamax, karena tangkinya telah kosong kendati harganya lebih mahal.
“Sejak ada pengumuman dari pemerintah semalam, semua kendaraan bermotor antri untuk bisa mendapatkan harga lama sebesar Rp. 4500 rupiah. SPBU telah kehabisan stok sejak pukul 22.00 WIB kemarin malam, Rabu (23/05),” kata Aan, pengelola SPBU Ovis.
Hingga pukul 09.00 WIB pagi ini, beberapa SPBU di Banyumasmasih terlihat sepi pembeli. Pasokan bensin ke SPBU baru akan masuk pada pukul 11.00 siang. (IA-24/05)
Kecelakaan Maut, Bus VS Truk, 2 Tewas
BANYUMAS - Kecelakaan maut antara bus dengan truk bermuatan kayu dini hari tadi, Kamis (24/05) terjadi di Banyumas, Jawa Tengah. 2 sopirnya tewas ditempat kejadian, dan 14 orang penumpangnya dilarikan ke Rumah Sakit Margono Sukaryo Purwokerto.
Kecelakaan ini terjadi Jalan Raya Sokaraja KM 4, Desa Karang Duren, Kecamatan Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah, sekitar pukul 4 pagi. Kuatnya benturan antara keduanya membuat bagian depan masing-masing kendaraan hancur total. Truk yang sarat muatan kayu bahkan sempat terseret hingga masuk ke sawah, dan muatan kayunya berhamburan ke jalan raya.
Bus Maju Makmur dengan nomor polisi AA 1636 CA melaju dari Semarang menuju Purwokerto, oleng kekanan dengan kecepatan tinggi dan langsung menghantam truk. “Saat kejadian, kedua kendaraan melaju sangat kencang. Kondisi jalan yang lurus dan sepi membuat pengemudi memacu kecepatannya dengan sangat tinggi,” kata Purwanto,salah seorang saksi mata, kepada Klinong (24/05).
2 orang sopirnya langsung tewas ditempat kejadian. Kondisi yang sangat mengenaskan dialami sopir truk, badannya tergencet bodi truk dan proses evakuasi bahkan memakan waktu lebih dari 2 jam.
5.23.2008
Panik Kenaikan Harga BBM, Ribuan Warga Purwokerto Antri di SPBU.
PURWOKERTO - Ribuan warga Banyumas panik, dengan rencana kenaikan BBM. Hampir di seluruh Pom Bensin yang ada dipadati kendaraan bermotor yang hendak mengisi bensin dengan harga lama yaitu Rp. 4500 rupiah per liter.
Kepanikan warga yang ingin mendapatkan bensinterjadi sejak sore tadi, Rabu (23/05). Ratusan sepeda bermotor, harus antri untuk mendapatkan bensin. Di SPBU Pritgantil Sokaraja, Banyumas sepeda motor harus berdesak-desakan untuk mendapatkan bensin.
Di bagian pengisian mobil, juga harus antri. Mereka langsung mengisi penuh tangki benssin. “Saya sengaja mengosongkan tangki bensin untuk bias mengisi penuh mas, lumayan bias menghemat pengeluaran beli bensin selama seminggu.” Ujar Ardi, salah satu warga yang mengantri, kepada Klinong (23/05). Tangki bensinpun diisi sebanyak 11 liter.
SPBU yang ada di wilayah Banyumas, juga dikawal polisi untuk mengantisipasi adanya kericuhan yang terjadi akibat antrian ini. Mereka bertugas mengawasi setiap antrian agar tidak saling serobot.
Sebanyak 15 SPBU yang ada di Kota Purwokerto, hingga malam ini terus dipenuhi warga yang ingin mendapatkan bensin. Beberapa SPBU membatasi pembelian bensin untuk sepeda motor maksimal mengisi Rp. 15000 rupiah. (DT-23/05)
5.22.2008
Angkut Solar Dalam Jirigen, Mobil Pik Up Hangus Terbakar
BANYUMAS - Sebuah mobil jenis Pik Up yang sedang mengangkut solar dalam jirigen hangus terbakar. Api diduga dari tumpahan solar yang masuk ke ruang mesin. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Mobil dengan nomor polisi R 1705 C yang sedang mengangkut 60 liter solar dalam jirigen, siang tadi, Kamis (22/05) hangus terbakar di Jalan Raya Baturaden, Banyumas, Jawa Tengah. Warga yang berada disekitar lokasi bahkan sempat panik jika sewaktu – waktu mobil meledak dan mengenai rumah mereka.
Solar ini dibeli di sebuah SPBU dengan harga bersubsidi. Namun ternyata, solar ini akan digunakan untuk pemanas air sebuah hotel. Solar ditampung dalam jirigen isi 15 liter, 4 jirigen habis terbakar, dan hanya 1 jirigen yang masih bisa diselamatkan warga. Jalan raya yang menghubungkan antara Kawasan Wisata Baturraden dengan Purwokerto bahkan sempat macet total selama hampir 1 jam.
“Saya membeli solar di Pom Bensin yang dimasukkan dalam jirigen. Pada saat jalan menanjak, salah satu jirigen tumpah dan masuk ke mesin. Saat itu dari mesin langsung mengeluarkan asap, dan saya langsung keluar dari mobil.” Ungkap Yudi, Kepada Klinong, Rabu (22/05)
Hingga kini, polisi masih mengusut peristiwa ini, termasuk menyelidiki kenapa masih ada pembelian bbm dalam jirigen, yang kini dibatasi pembeliannya. Namun Yudi membantah jika dia akan menimbun solar. Akibat peristiwa ini, korban menderita kerugian puluhan juta rupiah. (DT-22/05)