5.21.2008

Terbelit Hutang, Warga Temanggung Mencoba Bunuh Diri


TEMANGGUNG
- Didono (50), warga Dusun Krajan, Desa Padureso, Kecamatan Jumo, Temanggung, mencoba mengakhiri hidupnya dengan merobek perut dan menggorok leher dengan sabit. Aksi nekat ini kemudian diakhiri dengan terjun ke jurang sedalam 15 meter.

Senin pagi kemarin (19/05), Didono pamit pergi kesawah. Saat itu dia tidak membawa peralatan seperti cangkul dan sabit. Pada saat kejadian, Didono menggunakan sabit milik seorang pencari batu kali yang ditemuinya di pinggir Kali Kedungpit. Saat itu, Didono langsung melakukan aksi harakirinya, yang diakhiri dengan terjun bebas.

Tapi nasib berkata lain, nyawa Didono masih bisa diselamatkan dan kini dirawat intensif di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Djojonegoro, Temanggung, Jawa Tengah. Bagian Perutnya robek, dan bagian leher juga terluka parah. Kepala ruang UGD RSUD Djojonegoro, Hartoyo, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya pasien bernama Didono saat ini sedang dirawat intensif di rumah sakit tersebut. "Pasien datang dengan luka sayat di leher dan di perut. Usus pasien juga ada yang putus. Pasien kehilangan banyak darah, " ujarnya

Salah seorang tetangga mengatakan, “Didono sedang terbelit hutang sebesar 6 juta rupiah untuk memberangkatkan Sudarman, salah seorang anaknya ke Malaysia menjadi Tenaga Kerja Indonesia. Bunga hutang kian menumpuk, sementara kiriman dari anaknya di Malaysia tak pernah diterimanya. Mungkin itulah penyebab Didono mencoba mengakhiri hidupnya,” ujar Budi Wibowo, kepada Klinong Rabu (21/05).

Ngadini (47), Istri Dinono masih tampak shock dengan aksi nekat suaminya. Hingga kini Ngadini belum bisa dimintai keterangan. Sementara itu, Direktur RSUD Djojonegoro, dr. Adi Widjaya, mengatakan, pasien tersebut nantinya akan dirawat di ruang kelas tiga RSUD. Biaya pengobatan akan ditanggung oleh askeskin. "Jika dia tidak terdaftar di Askeskin, ada program Jaminan Kesehatan Temanggung yang dibiayai APBD, perawatannya bisa gratis," ujarnya. (NL-21/05)

No comments: