5.19.2008

Jatah Solar Dibatasi, Ratusan Nelayan Cilacap Tidak Melaut

CILACAP - Ratusan nelayan di Cilacap Jawa Tengah, sudah sepekan ini resah dengan rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah. Selain hasil tangkapan ikan yang kian menyusut, nelayan membeli bahan bakar solar kini telah dibatasi oleh SPBU.

Ratusan perahu nelayan di Cilacap Jawa Tengah kini menumpuk di Dermaga Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap (PPSC). Berkurangnya jatah solar oleh SPBU menjadi sebab membuat nelayan tidak bisa melaut lebih lama.

Di stasiun pengisian bahan bakar khusus nelayan, jatah solar dari Pertamina telah dikurangi sebanyak 50 persen yaitu dari 2 ton menjadi 1 ton. Hal ini membuat jatah solar nelayan juga dibatasi dari 20 liter menjadi 10 liter solar per harinya.

Untuk kapal nelayan ukuran sedang atau kurang dari 1000 groston, mereka membutuhkan bakan bakar sebanyak 200 liter untuk pelayaran selama 15 hari. “Kehidupan nelayan sekarang semakin sulit, adanya pembatasan solar oleh SPBU membuat nalayan tidak bisa melaut lebih lama. Selain itu, pendapatan nelayan juga tetap, sementara harga sembako semakin tinggi,” ungkap Hadi Susanto, kepada Klinong Senin (19/5/2008).

Berkurangnya waktu pelayaran juga membuat hasil tangakapan nelayan menyusut drastis. Padahal nelayan biasa mencari ikan hingga ke tengah laut jika hasil tangakapan ikan dipinggir sepi. Kini mereka khawatir jika sampai di tengah laut, mesin kapal mati akibat kehabisan solar. (DT-19/05)

No comments: