5.27.2008

Air Bersih Disedot Aqua, Warga Wonosobo Mengadu Ke DPRD


WONOSOBO - Mata Air Mangli yang selama ini digunakan warga untuk kebutuhan air bersih menurun kualitasnya. Selain menjadi keruh, debit air juga mengalami penurunan, padahal dari mata air tersebut PDAM mengalirkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Anggota DPRD Wonosobo, Jawa Tengah yang menerima laporan tersebut ketika mengecek ke lokasi, membenarkan adanya aktifitas pengeboran yang sedang dilakukan oleh PT Aqua Danone Wonosobo. “Kita cek dilapangan, sedang ada pengeboran air oleh PT Aqua Danone Wonosobo. Adanya pengeboran ini yang menggangu pasokan air ke PDAM, kita akan menanyakan ke Bupati Wonosobo tentang ijin pengeborannya” kata anggota DPRD Wonosobo, Sarwanto.

Sementara itu, Bupati Wonosobo Kholik Arif, menjelaskan ijin pengeboran dikeluarkan oleh pemerintah propinsi. Pihaknya hanya memberikan pertimbangan. "Pemkab hanya memberikan pertimbangan pertimbangan yang logis terkait dengan kondisi lingkungan dan kapasitas air di wilayah tersebut, keputusan diambil oleh pemprov," ujarnya. Kholik Arif menambahkan hasil studi yang dilakukan oleh tim teknis Disairtamben Propinsi dan tim independen menunjukan bahwa pengeboran yang akan dilakukan tidak memberi efek buruk pada lingkungan.

Ditemui terpisah terkait keluhan warga, Direktur PT Aqua Danone Wonosobo, Mauludin Fanani membantah bahwa pengeboran yang dilakukan mengakibatkan keruhnya air pelanggan PDAM Wonosobo. “Kami tidak mendengar ada keluhan warga, secara teknis kami tidak menemukan akibat yang muncul dari pengeboran tersebut.”

Mauludin Fanani menambahkan, pengeboran sumber mata air baru yang dilakukan di sekitar mata air Mangli, Wonosobo tidak semata-mata untuk kepentingan perusahaan namun juga sebagai bentuk Corporate Social Responsibility (pertanggujawaban sosial perusahaan) kepada masyarakat Wonosobo, karena kita hanya menggunakan 11 liter perdetik dari kapasita 60 liter perdetik, sisanya untuk kepentingan warga.

Penambahan sumur baru ini juga dimaksudkan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kualitas air sehubungan dengan bertambahknya aktifitas manusia di cathment area (daerah resapan air). "Kedalaman 60 meter, itu kedalaman standar yang kami butuhkan. Dengan kedalaman ini, kualitas air tidak terpengaruh oleh aktititas manusia diatanya," ungkapnya. (NL-26/05)

No comments: