5.30.2008

Harap Maklum

Maaf, sedang dalam perbaikan. Untuk sementara waktu tidak ada ada update data. Harap maklum.

5.28.2008

Duel Dengan Perampok, Anggota DPRD Cilacap Luka Parah


PURWOKERTO - Anggota DPRD Cilacap, Jawa Tengah, terluka parah akibat dihajar perampok. Peristiwa ini terjadi di rumahnya dan kini harus dirawat intensif di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Margono Soekaryo Purwokerto (RSMS).

Subagyo, anggota DPRD Cilacap, dari Komisi D, kini tergolek tidak sadarkan diri di UGD Rumah Sakit Margono Soekaryo Purwokerto. Bagian muka dan tangannya mengalami lebam akibat pukulan setelah beradu fisik dengan perampok.

Peristiwa perampokan ini terjadi dini hari pukul 01.30 WIB, Rabu (28/05) dirumahnya, di Desa Kepudang, Kecamatan Binangun, Cilacap, Jawa Tengah. Perampok bercadar yang berjumlah 4 orang, masuk secara paksa dengan mencongkel pintu depan. Korban yang saat itu sedang tertidur langsung dihajar perampok.

Perampok juga membawa senjata api, jenis pistol, bahkan sempat mengancam akan menembak jika korban melawan dan tidak menyerahkan barang-barang berharganya. Korban yang sempat melawan perampok, terluka parah di bagian kepala dan tangan akibat terkena senjata tajam. Perampok bahkan sempat menembakkan senjata api sebanyak 2 kali, namun meleset.

”Kawanan Perampok membawa 1 unit mobil Kijang Inonva, 6 buah Hand Phone, serta tas milik istrinya. Korban yang sempat melawan terluka, meski kawanan perampok membawa pistol dan sempat menembakannya, namun korban tidak terkena tembakan,” kata rekan korban Mashur Masruri.

Ditemui dirumahnya, putri sulung korban Erlita menjelaskan dengan gamblang kejadian yang menimpa ayahnya. “saya yang tidur di kamar atas bangun ketika ada orang asing masuk kamar saya. Mereka memakai cadar. Begitu saya turun, saya melihat ayah tergeletak di ruang tengah. Saya juga melihat ayah banyak mengeluarkan darah,” jelasnya.

Kepolisian dari Polres Cilacap hingga kini masih memburu para perampok, termasuk menyelidiki motif para pelaku. Diduga, perampok telah mengetahui situasi rumah korban. Akibat kejadian ini, korban menderita ratusan juta rupiah. (DT-28/05)

Dokar dan Becak Ikut Menaikan Harga

PURBALINGGA - Kenaikan tariff akibat harga bbm naik, ternyata tidak hanya terjadi pada kendaraan angkutan kota saja, becak dan dokar juga ikut naik. Di Purbalingga, Jawa Tengah penarik becak dan dokar kini telah menikkan tariff antara Rp. 500,- hingga Rp. 1000,- rupiah. Mereka mengaku terpaksa menaikan tariff karena beban hidup yang ditanggungnya kini semakin berat.

Meski kendaraan mereka tidak menggunakan mesin dengan bahan bakar minyak, namun para becak yang mangkal di depan Pasar Kota Purbalingga, ikut terkena dampak dari kenaikan harga BBM, yaitu melambungna harga kebutuhan pokok, yang membuat beban hidup mereka semakin berat. “Untuk biaya makan selama menarik becak sehari membutuhkan biaya Rp. 10000,- rupiah. Kemarin sebelum BBM naik, untuk biaya makan paling mahal Rp. 7000,- rupiah. Saya terpaksa menaikkan tariff antara Rp. 500,- hingga Rp. 1000,- rupiah tergantung jarak yang ditempuh. Saya orang miskin semakin nga mampu pak,” kata Azhari, salah seorang penarik becak, kepada Klinong, Selasa (27/05).

Sementara itu, bagi para penumpang sendiri kenaikan tariff becak ini dirasakan sangat memberatkan, meski mereka menyadari jika dampak kenaikan harga BBM, sangat dirasakan oleh para penarik becak, apalagi sebagian besar mereka adalah masyarakat dengan ekonomi lemah. “Ya mau gimana lagi, semua ikut naik gara-gara BBM naik, meski cukup memberatkan, tapi saya ikhlas. Terkadang saya memberikan lebih jika yang narik sikapnya baik,” ujar Budi, penumpang becak dari Pasar Purbalingga menuju Alun-alun kota.

Hal serupa juga terjadi bagi kusir dokar, yang tak mau kalah ikut-ikutan menaikkan harga. Kendati mesin penggeraknya adalah kuda, namun para kusir dokar ini juga mengaku dampak kenaikan harga BBM telah menambah beban hidup mereka bertambah berat. “Harga rumput untuk pakan kuda naik, dari Rp. 4000,- menjadi Rp. 6000,- rupiah. Belum lagi harga pakan lainnya,” ungkap Kusnadi, kusir dokar. (IA-27/05)


5.27.2008

Ekonomi Warga Miskin Makin Sulit, Pasien Sakit Jiwa Di Banyumas Melonjak


BANYUMAS
- Himpitan ekonomi warga miskin yang semakin sulit seiring dengan melonjaknya harga sembako, membuat warga miskin gampang sakit jiwa. Di banyumas, jawa tengah, jumlah pasien sakit jiwa melonjak, khususnya dari keluarga miskin.

Di Ruang Sakura, RSUD Banyumas, Jawa Tengah, yang merupakan ruang khusus pasien sakit jiwa, sebanyak 114 orang, kini dirawat akibat mengalami gangguan kejiwaan. Awal tahun 2008 lalu, jumlah pasien yang dirawat sebanyak 90 orang.

Peningkatan jumlah pasien ini berada di kelas tiga atau pasien dengan kondisi ekonomi lemah. Peningkatan ini terjadi 2 bulan terakhir sejak beragam harga kebutuhan pokok melonjak drasitis.

Terdapat 8 ruang rawat yang sebenarnya hanya untuk kapasitas 60 orang, namun akibat banyaknya jumlah pasien, membuat rumah sakit menempatkan pasien tanpa tempat tidur. “Semakin mahalnya harga kebutuhan pokok semakin membuat warga miskin kesulitan ekonomi. Himpitan ekonomi inilah yang menyebabkan warga miskin yang rapuh jiwanya mudah mengalami depresi dan mengalami gangguan kejiwaan,” kata dokter Tulus Setiono, Kepala Perawat kejiwaan RSUD Banyumas.

Dokter Tulus menambahkan, sebagian pasien baru berada di kelas 3. Ruang tersebut merupakan pasien dengan golongan ekonomi lemah.

Banyaknya jumlah pasien yang dirawat tidak hanya berasal dari banyumas, namun ada juga yang berasal dari daerah Cilacap, Kebumen, Purbalingga, Dan Tasikmalaya, Jawa Barat.

Pihak rumah sakit, saat ini sedang memperluas ruang perawatan untuk pasien gangguan jiwa. Idealnya RSUD Banyumas memiliki 129 kamar dan tempat tidur untuk merawat pasien gangguan jiwa . (DT-27/05)

Harga BBM Naik, Tarif Angkutan Umum Ikut Naik

PURWOKERTO – Meski belum ada pengumuman resmi dari pemerintah pusat, namun pihak Organda sudah menetapkan tariff baru. Kenaikannya sebesar 24 persen.

Ketua Dewan Pengurus Cabang Organisasi Angkutan Darat Kabupaten (Organda) Banyumas, Jawa Tengah, Sutanto, mengatakan, kenaikan tariff angkutan dilakukan untuk menyesuaikan dengan kenaikan harga BBM. "Sebelum ada tariff resmi dari pemerintah, kami menetapkan besaran kenaikan sebesar 24 persen," terangnya.

Kenaikan tariff ini berlaku untuk semua jenis kendaraan umum. Untuk angkutan kota yang biasanya bertarif Rp 2.000, naik menjadi Rp 2.500. Meski naik, tidak membuat senang sopir angkutan kota. "Dengan tariff yang lama saja penumpangnya sepi, apalagi kalau sekarang dinaikkan," ujar Suparno, 46, sopir angkot dengan trayek Terminal Bus menuju Unsoed.

Namun demikian, Suparno mengaku tidak mempunyai pilihan lain. Baginya menaikkan tariff atau tidak menaikkan tariff sama beratnya untuk menunjang kehidupannya. "Hari ini baru dapat Rp 50 ribu, belum nutup setoran," keluhnya.

Keluhan yang sama juga terjadi pada pemilik kendaraan bus Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP), karena sejak ditetapkannya kenaikan harga pada Sabtu (24/5) ada kecenderungan jumlah penumpang terus menurun. "Berkaca pada kenaikan BBM yang lalu, imbasnya langsung terasa pada jumlah penumpang yang terus menurun," ujar Sugiyanto.

Sugianto menambahkan, selain penurunan jumlah penumpang, kenaikan harga suku cadang juga turut memukul pendapatan perusahaannya. Sebelum kenaikan BBM, pendapatan kotor untuk satu bus sebesar Rp100 ribu. "Setelah naik, paling banter hanya setengahnya, itupun sulit," pungkasnya.

Saat ini jumlah kendaraan angkutan umum di Kabupaten Banyumas tercatat untuk kendaraan angkutan kota berjumlah 400 buah, angkutan pedesaan 750 buah, bus berukuran kecil 200 buah, bis ukuran sedang berjumlah 300 buah, dan bus AKAP tercatat ada 80 buah.

Dihubungi terpisah, Ratimin, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas mengatakan pihaknya sudah mengetahui kenaikan tariff angkutan umum di daerahnya. "Tarif tersebut sifatnya memang sementara, sambil menunggu penetapan tariff baru yang dibuat oleh pemerintah pusat," jelasnya. (AA-26/05)

Air Bersih Disedot Aqua, Warga Wonosobo Mengadu Ke DPRD


WONOSOBO - Mata Air Mangli yang selama ini digunakan warga untuk kebutuhan air bersih menurun kualitasnya. Selain menjadi keruh, debit air juga mengalami penurunan, padahal dari mata air tersebut PDAM mengalirkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Anggota DPRD Wonosobo, Jawa Tengah yang menerima laporan tersebut ketika mengecek ke lokasi, membenarkan adanya aktifitas pengeboran yang sedang dilakukan oleh PT Aqua Danone Wonosobo. “Kita cek dilapangan, sedang ada pengeboran air oleh PT Aqua Danone Wonosobo. Adanya pengeboran ini yang menggangu pasokan air ke PDAM, kita akan menanyakan ke Bupati Wonosobo tentang ijin pengeborannya” kata anggota DPRD Wonosobo, Sarwanto.

Sementara itu, Bupati Wonosobo Kholik Arif, menjelaskan ijin pengeboran dikeluarkan oleh pemerintah propinsi. Pihaknya hanya memberikan pertimbangan. "Pemkab hanya memberikan pertimbangan pertimbangan yang logis terkait dengan kondisi lingkungan dan kapasitas air di wilayah tersebut, keputusan diambil oleh pemprov," ujarnya. Kholik Arif menambahkan hasil studi yang dilakukan oleh tim teknis Disairtamben Propinsi dan tim independen menunjukan bahwa pengeboran yang akan dilakukan tidak memberi efek buruk pada lingkungan.

Ditemui terpisah terkait keluhan warga, Direktur PT Aqua Danone Wonosobo, Mauludin Fanani membantah bahwa pengeboran yang dilakukan mengakibatkan keruhnya air pelanggan PDAM Wonosobo. “Kami tidak mendengar ada keluhan warga, secara teknis kami tidak menemukan akibat yang muncul dari pengeboran tersebut.”

Mauludin Fanani menambahkan, pengeboran sumber mata air baru yang dilakukan di sekitar mata air Mangli, Wonosobo tidak semata-mata untuk kepentingan perusahaan namun juga sebagai bentuk Corporate Social Responsibility (pertanggujawaban sosial perusahaan) kepada masyarakat Wonosobo, karena kita hanya menggunakan 11 liter perdetik dari kapasita 60 liter perdetik, sisanya untuk kepentingan warga.

Penambahan sumur baru ini juga dimaksudkan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kualitas air sehubungan dengan bertambahknya aktifitas manusia di cathment area (daerah resapan air). "Kedalaman 60 meter, itu kedalaman standar yang kami butuhkan. Dengan kedalaman ini, kualitas air tidak terpengaruh oleh aktititas manusia diatanya," ungkapnya. (NL-26/05)

5.25.2008

Pasien ODHA Tewas Dikamar Kost, Keluarga Histeris


PURWOKERTO - Seorang warga di Purwokerto,Jawa Tengah ditemukan telah tewas di sebuah kamar kost. Korban tewas, diduga karena penyakit yang dideritanya. Hal ini didapat setelah dokter puskesmas memeriksa tubuh korban.

Penemuan mayat di kamar kost milik Karsono di Keluarahan Kedungwuluh,Purwokerto Barat, Banyumas, membuat geger warga sekitar, pasalnya,korban diketahui bukan warga sekitar.selain itu,penghuni kost sendiri juga sedang tak ada di tempat.

Aparat kepolisian dari Polres Banyumas dan tim dokter yang tiba di lokasi langsung melakukan pemeriksaan terhadap korban.Dari hasil pemeriksaan korban diketahui bernama Bagus Samanto (25), warga Karangkobar, Purwokerto. Kondisi korban sendiri sudah dalam keadaan terbujur kaku.Saat pemeriksaan polisi tidak menemukan luka-luka penganiayaan, namun dari tangan korban terdapat luka bekas suntikan. Selain itu, polisi juga menemukan jarum suntik serta obat-obatan.

“Saya melihat dia kemarin malam, Sabtu (24/05)bersama 2 orang lainnya. Kamar yang disinggahi digunakan oleh Vera.” Kata Desi, salah seorang warga.

Kematian korban, kontan membuat histeris Sarimah, istri korban. Pasalnya, sejak kemarin tak pulang ke rumah, namun saat ditemukan ternyata suaminya telah tewas di kamar kost.

“Korban merupakan pasien klinik Voluntary Counselling and Testing (VCT) di Rumah Sakit Margono Sukaryo Purwokerto. Obat-obatan yang dibawa juga berasal dari sana.” Kata dokter Rosdiana, usai memeriksa jasad korban kepada Klinong, Minggu (25/05). Namun dokter Rosdiana tidak bisa memastikan apakah korban menderita ODHA karena penggunaan narkoba atau sebab lain.

Setelah tim dokter dan aparat melakukan pemeriksaan, korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga. Ambulan kemudian membawa korban pulang untuk dimakamkan. (IA-25/05)


5.24.2008

Warga Borong BBM, SPBU Kehabisan Stok


PURWOKERTO - Pengumuman kenaikan harga BBM yang dilakukan pemerintah dini hari tadi, Kamis (24/05) Pukul 00.00 WIB, membuat beberapa SPBU di Banyumas, Jawa Tengah kehabisan stok bensin. Kondisi ini terjadi, setelah warga menyerbu SPBU sebelum kenaikan harga BBM diberlakukan tadi malam. Beberapa warga yang mendatangi SPBU, harus kecewa karena hingga pagi hari stok masih kosong.

Aksi borong warga sebelum terjadinya kenaikan harga bbm tadi malam,membuat stok bensin di beberapa SPBU di Banyumas habis. Seperti di SPBU Ovis di Jalan Isdiman Purwokerto, pengumuman bensin habis terpampang di depan pintu masuk. Kondisi ini, membuat para petugas jaga terlihat santai.

Sementara itu, petugas lainnnya terpaksa harus memberi tahukan kepada parapengendara yang hendak mengisi bensin. Para warga yang sebagian besar pengguna sepeda motor ini, terpaksa harus kecewa.mereka akhirnya harus memutar balik. Beberapa pengendara bahkan terpaksa nekat membeli pertamax, karena tangkinya telah kosong kendati harganya lebih mahal.

“Sejak ada pengumuman dari pemerintah semalam, semua kendaraan bermotor antri untuk bisa mendapatkan harga lama sebesar Rp. 4500 rupiah. SPBU telah kehabisan stok sejak pukul 22.00 WIB kemarin malam, Rabu (23/05),” kata Aan, pengelola SPBU Ovis.

Hingga pukul 09.00 WIB pagi ini, beberapa SPBU di Banyumasmasih terlihat sepi pembeli. Pasokan bensin ke SPBU baru akan masuk pada pukul 11.00 siang. (IA-24/05)

Kecelakaan Maut, Bus VS Truk, 2 Tewas


BANYUMAS
- Kecelakaan maut antara bus dengan truk bermuatan kayu dini hari tadi, Kamis (24/05) terjadi di Banyumas, Jawa Tengah. 2 sopirnya tewas ditempat kejadian, dan 14 orang penumpangnya dilarikan ke Rumah Sakit Margono Sukaryo Purwokerto.

Kecelakaan ini terjadi Jalan Raya Sokaraja KM 4, Desa Karang Duren, Kecamatan Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah, sekitar pukul 4 pagi. Kuatnya benturan antara keduanya membuat bagian depan masing-masing kendaraan hancur total. Truk yang sarat muatan kayu bahkan sempat terseret hingga masuk ke sawah, dan muatan kayunya berhamburan ke jalan raya.

Bus Maju Makmur dengan nomor polisi AA 1636 CA melaju dari Semarang menuju Purwokerto, oleng kekanan dengan kecepatan tinggi dan langsung menghantam truk. “Saat kejadian, kedua kendaraan melaju sangat kencang. Kondisi jalan yang lurus dan sepi membuat pengemudi memacu kecepatannya dengan sangat tinggi,” kata Purwanto,salah seorang saksi mata, kepada Klinong (24/05).

2 orang sopirnya langsung tewas ditempat kejadian. Kondisi yang sangat mengenaskan dialami sopir truk, badannya tergencet bodi truk dan proses evakuasi bahkan memakan waktu lebih dari 2 jam.

14 korban luka kini di rawat di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Margono Sukaryo, Purwokerto. Mereka rata-rata mengalami luka terbuka dan patah tulang. Penyebab pasti terjadinya kecelakaan, masih diselidiki polisi. Hingga kini identitas kedua korban meninggal masih dicari polisi. (DT-24/05)

5.23.2008

Panik Kenaikan Harga BBM, Ribuan Warga Purwokerto Antri di SPBU.

PURWOKERTO - Ribuan warga Banyumas panik, dengan rencana kenaikan BBM. Hampir di seluruh Pom Bensin yang ada dipadati kendaraan bermotor yang hendak mengisi bensin dengan harga lama yaitu Rp. 4500 rupiah per liter.

Kepanikan warga yang ingin mendapatkan bensinterjadi sejak sore tadi, Rabu (23/05). Ratusan sepeda bermotor, harus antri untuk mendapatkan bensin. Di SPBU Pritgantil Sokaraja, Banyumas sepeda motor harus berdesak-desakan untuk mendapatkan bensin.

Di bagian pengisian mobil, juga harus antri. Mereka langsung mengisi penuh tangki benssin. “Saya sengaja mengosongkan tangki bensin untuk bias mengisi penuh mas, lumayan bias menghemat pengeluaran beli bensin selama seminggu.” Ujar Ardi, salah satu warga yang mengantri, kepada Klinong (23/05). Tangki bensinpun diisi sebanyak 11 liter.

SPBU yang ada di wilayah Banyumas, juga dikawal polisi untuk mengantisipasi adanya kericuhan yang terjadi akibat antrian ini. Mereka bertugas mengawasi setiap antrian agar tidak saling serobot.

Sebanyak 15 SPBU yang ada di Kota Purwokerto, hingga malam ini terus dipenuhi warga yang ingin mendapatkan bensin. Beberapa SPBU membatasi pembelian bensin untuk sepeda motor maksimal mengisi Rp. 15000 rupiah. (DT-23/05)

5.22.2008

Angkut Solar Dalam Jirigen, Mobil Pik Up Hangus Terbakar

BANYUMAS - Sebuah mobil jenis Pik Up yang sedang mengangkut solar dalam jirigen hangus terbakar. Api diduga dari tumpahan solar yang masuk ke ruang mesin. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Mobil dengan nomor polisi R 1705 C yang sedang mengangkut 60 liter solar dalam jirigen, siang tadi, Kamis (22/05) hangus terbakar di Jalan Raya Baturaden, Banyumas, Jawa Tengah. Warga yang berada disekitar lokasi bahkan sempat panik jika sewaktu – waktu mobil meledak dan mengenai rumah mereka.

Solar ini dibeli di sebuah SPBU dengan harga bersubsidi. Namun ternyata, solar ini akan digunakan untuk pemanas air sebuah hotel. Solar ditampung dalam jirigen isi 15 liter, 4 jirigen habis terbakar, dan hanya 1 jirigen yang masih bisa diselamatkan warga. Jalan raya yang menghubungkan antara Kawasan Wisata Baturraden dengan Purwokerto bahkan sempat macet total selama hampir 1 jam.

“Saya membeli solar di Pom Bensin yang dimasukkan dalam jirigen. Pada saat jalan menanjak, salah satu jirigen tumpah dan masuk ke mesin. Saat itu dari mesin langsung mengeluarkan asap, dan saya langsung keluar dari mobil.” Ungkap Yudi, Kepada Klinong, Rabu (22/05)

Hingga kini, polisi masih mengusut peristiwa ini, termasuk menyelidiki kenapa masih ada pembelian bbm dalam jirigen, yang kini dibatasi pembeliannya. Namun Yudi membantah jika dia akan menimbun solar. Akibat peristiwa ini, korban menderita kerugian puluhan juta rupiah. (DT-22/05)

5.21.2008

Terbelit Hutang, Warga Temanggung Mencoba Bunuh Diri


TEMANGGUNG
- Didono (50), warga Dusun Krajan, Desa Padureso, Kecamatan Jumo, Temanggung, mencoba mengakhiri hidupnya dengan merobek perut dan menggorok leher dengan sabit. Aksi nekat ini kemudian diakhiri dengan terjun ke jurang sedalam 15 meter.

Senin pagi kemarin (19/05), Didono pamit pergi kesawah. Saat itu dia tidak membawa peralatan seperti cangkul dan sabit. Pada saat kejadian, Didono menggunakan sabit milik seorang pencari batu kali yang ditemuinya di pinggir Kali Kedungpit. Saat itu, Didono langsung melakukan aksi harakirinya, yang diakhiri dengan terjun bebas.

Tapi nasib berkata lain, nyawa Didono masih bisa diselamatkan dan kini dirawat intensif di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Djojonegoro, Temanggung, Jawa Tengah. Bagian Perutnya robek, dan bagian leher juga terluka parah. Kepala ruang UGD RSUD Djojonegoro, Hartoyo, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya pasien bernama Didono saat ini sedang dirawat intensif di rumah sakit tersebut. "Pasien datang dengan luka sayat di leher dan di perut. Usus pasien juga ada yang putus. Pasien kehilangan banyak darah, " ujarnya

Salah seorang tetangga mengatakan, “Didono sedang terbelit hutang sebesar 6 juta rupiah untuk memberangkatkan Sudarman, salah seorang anaknya ke Malaysia menjadi Tenaga Kerja Indonesia. Bunga hutang kian menumpuk, sementara kiriman dari anaknya di Malaysia tak pernah diterimanya. Mungkin itulah penyebab Didono mencoba mengakhiri hidupnya,” ujar Budi Wibowo, kepada Klinong Rabu (21/05).

Ngadini (47), Istri Dinono masih tampak shock dengan aksi nekat suaminya. Hingga kini Ngadini belum bisa dimintai keterangan. Sementara itu, Direktur RSUD Djojonegoro, dr. Adi Widjaya, mengatakan, pasien tersebut nantinya akan dirawat di ruang kelas tiga RSUD. Biaya pengobatan akan ditanggung oleh askeskin. "Jika dia tidak terdaftar di Askeskin, ada program Jaminan Kesehatan Temanggung yang dibiayai APBD, perawatannya bisa gratis," ujarnya. (NL-21/05)

Ribuan Warga Miskin Serbu Pasar Murah, Paket Sembako Murah Ludes Dalam Waktu 2 Jam


BANYUMAS – Ribuan warga banyumas Jawa Tengah, menyerbu pasar murah sembako. Mereka juga rela antri selama berjam-jam untuk mendapatkannya, dan dalam waktu 2 jam, ribuan paket sembako ludes terjual.

Ribuan warga yang sebagian besar warga miskin telah antri sejak pagi hari menunggu penjualan paket sembako murah dibuka. Tidak sedikit dari mereka ang berusia lanjut harus ikut berdesak desakan dengan yang muda.

Pasar murah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas hari ini, Rabu (21/05), memang bertujuan untuk membantu warga miskin mendapatkan harga sembako dengan harga miring. Satu paket sembako yang berisi 2 Kg beras, ½ Kg minyak curah, 4 bungkus mi instan, dan 1 Kg gula pasir dijual dengan harga Rp. 12.500,-.

Untuk mendapatkannya, warga terlebih dulu harus mendapatkan kupon yang dibagikan oleh pemerintah desa. Pasar murah yang digelar di Desa Susukan Kecamatan Sumbang Banyumas Jawa Tengah, ternyata tidak hanya diserbu warga sekitar, namun banyak pula yang berasal dari desa disekitarnya.

“Saya merasa senang dengan adanya pasar murah ini. Saya bias mendapatkan minyak goring, beras, gula, dan mie. Sembako yang dijual sangat dibutuhkan oleh warga, terlebih harga sembako sekarang setiap hari naik,” ujar Katiyah, salah seorang warga kepada Klinong, rabu (21/05)

Katiyah menambahkan, dirinya berharap kepada pemerintah daerah untuk lebih sering menyelenggarakan pasar murah sembako. Selain itu, Katiyah juga menginginkan pemerintah untuk memperhatikan rakyat miskin yang semakin hari semakin sulit dengan kenaikan harga sembako.

Selain sembako, warga juga harus berebut untuk mendapatkan sabun dengan harga murah, serta jajanan anak-anak. Pasar murah ini, tidak hanya menjual sembako, tapi adapula stan lain yang menjual barang kelontong dengan harga murah. Sebanyak 1000 paket sembako ludes terjual hanya dalam waktu 2 jam. Warga yang datang terlambat harus kecewa karena paket sembako telah habis. (DT-21/05)

Ratusan Mahasiswa Purwokerto Dorong Motor 8 Kilometer Tolak Kenaikan BBM


PURWOKERTO - Aksi rencana penolakan kenaikan bbm, terus dikobarkan oleh mahasiswa. Di Purwokerto Jawa Tengah, mahasiswa berdemo dengan mendorong sepeda motor sepanjang 8 kilometer siang tadi, Rabu ( 21/05).

Aksi ini merupakan peringatan 10 tahun bergulirnya reformasi sejak runtuhnya Pemerintahan Suharto tahun 1998 silam. Selain itu, mereka juga menggelar aksi untuk menolak rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Ratusan mahasiswa dari berbagai elemen ini melakukan aksi longmarch sepanjang 8 kilometer mengelilingi Kota Purwokerto untuk menolak rencana kenaikan harga BBM. Sebagai simbol bahwa rakyat tidak akan mampu membeli BBM dengan harga tinggi, mereka melakukannya dengan mendorong sepeda motornya.

“Reformasi yang telah bergulir selama 10 tahun ini seharusnya telah membuat rakyat sejahtera, namun pemerintah gagal melaksanakan amanat reformasi. Harga sembako semakin melambung, dan tingkat kemiskinan juga semakin tinggi,” teriak salah seorang demonstran.

Aksi ini sempat ditemui oleh anggota DPRD Banyumas, di depan pendopo bupati, namun para mahasiswa kecewa, karena anggota dewan yang menerima mereka menolak untuk ikut menolak rencana kenaikan BBM oleh pemerintah. Sebagai simbol anggota dewan sudah tidak bisa mendengar aspirasi rakyat, para mahasiswa menghadiahinya dengan korek kuping raksasa. Aksi kemudian ditutup dengan menyanyikan lagu-lagu khas para demonstran seperti Darah Juang, Naik-naik Ke Puncak Gunung yang telah diplesetkan, dll. (DT-21/05)

Sembunyi Di Gerbong Barang, Ratusan Penumpang Gelap Kereta Api Terjaring Razia


PURWOKERTO - Banyaknya penumpang gelap di akhir musim liburan ini, hari selasa malam (20/05) PT KAI Daop 5 Purwokerto mengadakan razia penumpang tanpa tiket. Dalam razia ini sedikitnya dua ratus penumpang tanpa tiket terkena terjaring razia.

Razia penumpang tanpa tiket atau yang biasa disebut free rider ini dilakukan di atas gerbong KA Purwojaya, jurusan Purwokerto menuju Pasar Senen Jakarta.

Sebelum dilakukan razia, pihak PT KAI sudah memberikan informasi agar seluruh penumpang kereta api membeli tiket. Meski demikian, masih banyak dijumpai puluhan penumpang tanpa tiket di atas Kereta Api Purwojaya. Kebanyakan, mereka berusaha menumpang di gerbong barang dan bagian sambungan kereta atau bordes.

“Razia ini dilakukan sebagai shock terapi agar di wilayahnya tidak ada lagi penumpang gelap. Razia yang dilakukan dengan bekerjasama dengan pihak Polisi Khusus Kereta Api dan Den POM TNI, berhasil menjaring dua ratus penumpang gelap. Selain itu, razia ini dilakukan untuk meminimalisir tindak kejahatan dalam kereta api,” ujar Noor Hamidi, Kepala Daop 5 Purwokerto, kepada Klinong (20/05).

Noor Hamidi menambahkan, selama liburan kali ini, jumlah penumpang kereta api memang membludak. Ada 250 penumpang tanpa tiket terjaring razia. Sementara sanksi bagi penumpang yang kedapatan tanpa tiket, petugas akan memberikan sanksi denda 2 kali lipat dari harga tiket, dan jika tidak mau membayar, penumpang gelap akan diturunkan. (DT-21/05)

Perbaiki Jaringan Listrik, Dion Tewas Tewas Tersengat Listrik Tegangan Tinggi


BANYUMAS
- Seorang petugas perbaikan jaringan listrik saat sedang melakukan perbaikan rutin tewas, setelah tersengat listrik tegangan tinggi. Jasad korban bahkan sempat menggantung di tiang listrik akibat tidak ada yang berani meolong.

Dion cahyono, warga desa gambar sari kecamatan kebasen banyumas, jawa tengah harus meregang nyawa setelah tersengat listrik tegangan tinggi. Saat itu, Dion sedang melakukan perbaikan rutin jaringan listrik di Desa Pasiraman Lor Kecamatan Pekuncen Banyumas.

Kejadian ini bermula saat Dion menaiki tiang listrik tegangan tinggi dengan seorang temannya. Namun saat sedang melakukan pengecekan secara tiba-tiba Dion terpental.

“Kunci inggris yang dibawa petugas jatuh, dia kemudian berusaha mengambilnya, namun saat itu tiba-tiba dia terpental. Warga juga tekut menolong karena takut masih ada setrumnya,” kata Sutomo, salah seorang saksi mata kepada Klinong (21/05).

Sutomo menambahkan, saat itu petugas menggunakan sabuk pengaman, sehingga begitu kesetrum posisinya menggantung di kawat listrik. Sementara temannya yang juga berada diatas juga tidak berani menolong.

Pertolongan baru dilakukan oleh petugas PLN yang memastikan sudah tidak ada lagi aliran listrik. Jasad Dion langsung dibawa ke Puskesmas Pekuncen untuk divisum. Hingga kini polisi masih terus menyelidiki penyebab pasti terjadinya kecelakaan ini. Namun menurut dugaan sementara, penyebab tewasnya Dion, akibat adanya lompatan arus listrik yang terjadi secara tiba-tiba. (SA-21/05)

5.20.2008

Demonstran Kepung Kantor Bupati Banyumas, 3 Fraksi DPRD Ikut Unjuk Rasa


PURWOKERTO
- Ratusan massa dari berbagai elemen, memperingati hari kebangkitan nasional dengen menfggelar aksi demonstrasi anti kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Dalam aksi ini, 3 fraksi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyumas, Jawa Tengah juga ikut menolak rencana kenaikan harga BBM.

Ratusan massa dari 20 elemen yang ada di Purwokerto, mulai bergerak dari berbagai sudut kota. Mereka bergerak menuju Kantor Bupati Banyumas untuk menggelar aksi unjuk rasa meonlak kenaikan rencana pemerintah menaikkan harga BBM.

Ratusan massa mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Banyumas (KIRAB), melakukan aksi longmarch sejauh 6 kilometer serta melakukan aksi taterikal di sepanjang jalan yang dilalui. Kemudian massa dari Aliansi Perjuangan Rakyat (APR), juga melakukan aksi yang sama.

Mereka kemudian bergerak menuju pendopo kabupaten untuk menyerukan penolakan harga BBM. Mereka bergerak untuk mengepung Pendopo Kabupaten Banyumas. Dalam orasinya, tiga fraksi dari Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ikut bergabung dalam unjuk rasa ini . Mereka sepakat untuk menolak rencana naiknya harga BBM akan semakin menyengsarakan rakyat.

Sementara, ratusan massa mahasiswa menggelar unjuk rasa tepat di depan pintu gerbang pendopo yang dikawal ketat ratusan polisi dari polres banyumas. Selain berorasi, mahasiswa juga melakukan aksi penolakan harga BBM dengan cara melakukan tanda tangan bersama diatas kain putih seanjang 10 meter. (DT-20/05)

5.19.2008

Memperingati hari Kebangkitan Nasional, Mahasiswa Unsoed Bakar Patung SBY-JK


PURWOKERTO
- Memperingati hari kebangkitan nasional tanggal 20 mei besok, puluhan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi. Mahasiswa juga membakar patung SBY-jJK yang dinilai telah membuat bangsa indonesia terpuruk.

Puluhan mahasiswa dari berbagai elemen di Purwokerto Jawa Tengah, menggelar aksi demonstrasi guna menyambut hari kebangkitan nasional. Aksi ini dilakukan karena para mahasiswa melihat Bangsa Indonesia bukan mengalami kebangkitan namun justru mengalami kemunduran.

Aksi yang dilakukan di depan kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, selain menggelar orasi dan menyebarkan pamflet kepada pengendara yang melintas, mereka juga menyanyikan lagu lagu kritikan kepada pemerintahan sekarang. Mereka juga membawa patung yang menggambarkan profil Presiden dan Wakil Presiden.

“Pemerintahan SBY-JK telah gagal memimpin Indonesia. Rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) adalah bukti pemerintah gagal mengatur perekonomian negara, dan membuat rakyat semakin terjepit,” teriak para demonstran, Senin (19/5).

Kesal dengan kebijakan yang dilakukan pemerintah sekarang yang tidak mementingkan rakyat, para mahasiswa kemudian membakar patung SBY-JK. Sambil melihat api yang terus berkobar, mereka kemudian bernyanyi sambil terus meneriakan tuntutan penolakan harga BBM. (DT-19/05)

SPBU Tolak Pembelian Pakai Jirigen, Pengusaha Penggergajian Kayu Gulung Tikar

BANYUMAS - Pengurangan pasokan solar di Banyumas Jawa Tengah sebagai dampak dari rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah mulai dirasakan oleh sejumlah pengusaha penggergajian kayu. Sedikitnya 125 pengusaha penggergajian kayu di Kecamatan Cilongok menghentikan aktifitasnya selama dua minggu ini.

Seperti terjadi pada pengusaha penggergajian kayu milik Darsun, warga Desa Pageraji Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas ini, sudah dua minggu menghentikan operasional usaha penggergajian kayu. Belasan kubik kayu dibiarkan menumpuk. Sementara mesin-mesin penggergajian kayu juga mangkrak akibat langkanya solar sebagai bahan bakar untuk mesin gergaji kayu,

Tidak hanya Darsun, sedikitnya masih ada 125 pengusaha penggergajian kayu lainnya yang bernasib serupa. Akibat rencana kenaikan bbm, SPBU tidak lagi melayani pembelian dengan menggunakan jirigen, padahal mereka selalu menggunakan jirigen untuk membeli solar.

“Sejak adanya pelarangan pembelian solar dengan jirigen, mesin penggergajian kayu berhenti beroperasi. Saya juga terpaksa memberhentikan sementara karyawan hingga mesin beroperasi seperti semula,” kata Darsun kepada Klinong, Senin (19/5/2008).

Sementara itu, para petani kayu kini juga meminta kepada pengusaha penggergajian kayu untuk menaikan harga beli kayu. Para petani kayu ini beralasan harga sembako kini naik. Oleh karena itu, untuk mencukupi kebutuhan sembako mereka menaikan harga jual kayu. (SA-19/05)

Jatah Solar Dibatasi, Ratusan Nelayan Cilacap Tidak Melaut

CILACAP - Ratusan nelayan di Cilacap Jawa Tengah, sudah sepekan ini resah dengan rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah. Selain hasil tangkapan ikan yang kian menyusut, nelayan membeli bahan bakar solar kini telah dibatasi oleh SPBU.

Ratusan perahu nelayan di Cilacap Jawa Tengah kini menumpuk di Dermaga Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap (PPSC). Berkurangnya jatah solar oleh SPBU menjadi sebab membuat nelayan tidak bisa melaut lebih lama.

Di stasiun pengisian bahan bakar khusus nelayan, jatah solar dari Pertamina telah dikurangi sebanyak 50 persen yaitu dari 2 ton menjadi 1 ton. Hal ini membuat jatah solar nelayan juga dibatasi dari 20 liter menjadi 10 liter solar per harinya.

Untuk kapal nelayan ukuran sedang atau kurang dari 1000 groston, mereka membutuhkan bakan bakar sebanyak 200 liter untuk pelayaran selama 15 hari. “Kehidupan nelayan sekarang semakin sulit, adanya pembatasan solar oleh SPBU membuat nalayan tidak bisa melaut lebih lama. Selain itu, pendapatan nelayan juga tetap, sementara harga sembako semakin tinggi,” ungkap Hadi Susanto, kepada Klinong Senin (19/5/2008).

Berkurangnya waktu pelayaran juga membuat hasil tangakapan nelayan menyusut drastis. Padahal nelayan biasa mencari ikan hingga ke tengah laut jika hasil tangakapan ikan dipinggir sepi. Kini mereka khawatir jika sampai di tengah laut, mesin kapal mati akibat kehabisan solar. (DT-19/05)