5.19.2008

SPBU Tolak Pembelian Pakai Jirigen, Pengusaha Penggergajian Kayu Gulung Tikar

BANYUMAS - Pengurangan pasokan solar di Banyumas Jawa Tengah sebagai dampak dari rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah mulai dirasakan oleh sejumlah pengusaha penggergajian kayu. Sedikitnya 125 pengusaha penggergajian kayu di Kecamatan Cilongok menghentikan aktifitasnya selama dua minggu ini.

Seperti terjadi pada pengusaha penggergajian kayu milik Darsun, warga Desa Pageraji Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas ini, sudah dua minggu menghentikan operasional usaha penggergajian kayu. Belasan kubik kayu dibiarkan menumpuk. Sementara mesin-mesin penggergajian kayu juga mangkrak akibat langkanya solar sebagai bahan bakar untuk mesin gergaji kayu,

Tidak hanya Darsun, sedikitnya masih ada 125 pengusaha penggergajian kayu lainnya yang bernasib serupa. Akibat rencana kenaikan bbm, SPBU tidak lagi melayani pembelian dengan menggunakan jirigen, padahal mereka selalu menggunakan jirigen untuk membeli solar.

“Sejak adanya pelarangan pembelian solar dengan jirigen, mesin penggergajian kayu berhenti beroperasi. Saya juga terpaksa memberhentikan sementara karyawan hingga mesin beroperasi seperti semula,” kata Darsun kepada Klinong, Senin (19/5/2008).

Sementara itu, para petani kayu kini juga meminta kepada pengusaha penggergajian kayu untuk menaikan harga beli kayu. Para petani kayu ini beralasan harga sembako kini naik. Oleh karena itu, untuk mencukupi kebutuhan sembako mereka menaikan harga jual kayu. (SA-19/05)

No comments: