5.27.2008

Ekonomi Warga Miskin Makin Sulit, Pasien Sakit Jiwa Di Banyumas Melonjak


BANYUMAS
- Himpitan ekonomi warga miskin yang semakin sulit seiring dengan melonjaknya harga sembako, membuat warga miskin gampang sakit jiwa. Di banyumas, jawa tengah, jumlah pasien sakit jiwa melonjak, khususnya dari keluarga miskin.

Di Ruang Sakura, RSUD Banyumas, Jawa Tengah, yang merupakan ruang khusus pasien sakit jiwa, sebanyak 114 orang, kini dirawat akibat mengalami gangguan kejiwaan. Awal tahun 2008 lalu, jumlah pasien yang dirawat sebanyak 90 orang.

Peningkatan jumlah pasien ini berada di kelas tiga atau pasien dengan kondisi ekonomi lemah. Peningkatan ini terjadi 2 bulan terakhir sejak beragam harga kebutuhan pokok melonjak drasitis.

Terdapat 8 ruang rawat yang sebenarnya hanya untuk kapasitas 60 orang, namun akibat banyaknya jumlah pasien, membuat rumah sakit menempatkan pasien tanpa tempat tidur. “Semakin mahalnya harga kebutuhan pokok semakin membuat warga miskin kesulitan ekonomi. Himpitan ekonomi inilah yang menyebabkan warga miskin yang rapuh jiwanya mudah mengalami depresi dan mengalami gangguan kejiwaan,” kata dokter Tulus Setiono, Kepala Perawat kejiwaan RSUD Banyumas.

Dokter Tulus menambahkan, sebagian pasien baru berada di kelas 3. Ruang tersebut merupakan pasien dengan golongan ekonomi lemah.

Banyaknya jumlah pasien yang dirawat tidak hanya berasal dari banyumas, namun ada juga yang berasal dari daerah Cilacap, Kebumen, Purbalingga, Dan Tasikmalaya, Jawa Barat.

Pihak rumah sakit, saat ini sedang memperluas ruang perawatan untuk pasien gangguan jiwa. Idealnya RSUD Banyumas memiliki 129 kamar dan tempat tidur untuk merawat pasien gangguan jiwa . (DT-27/05)

No comments: